Hujan dan kamu
Hujan,
kenapa kau begitu berani untuk jatuh ketempat menyeramkan ini ? ajari aku untuk
bisa berani sepertimu, apa kamu tau ? disaat kamu turun banyak orang yang ingin
bermain bersamamu, kamu tau ? kamu itu sama seperti dia, aku sangat bahagia
jika kalian datang dan aku percaya pada kalian aku bisa menanggis bersama
kalian tanpa ada satu orang pun yang tau, tapi kenapa ? kenapa setelah kalian
buat ku bahagia lalu kalian membuatku menjadi sakit kembali.
Hujan,
sebenarnya kamu itu indah seperti dia, hanya saja petir yang membuat ku takut
padamu, begitupun dengan dia, dia indah sama sepertimu namun dia datang dengan
membawa harapan yang tak jelas ujungnya yang membuat ku takut ingin bersamanya.
Hujan,
terkadang kau datang bersamaan dengan petir, bagaimana bisa ? ajari aku untuk
bisa sepertimu, ajari aku untuk bisa menerima dia dan harapannya yang tak jelas
ujungnya itu. Ntah,, aku bodoh atau memang aku tidak rela untuk kehilangannya,
tapi memang ini yang sedang ku rasakan, aku sedang belajar sayang pada dia, tepat
diwaktu itu aku mulai merasa bahwa rasa sayang ku ini ada yang berbeda, ntah apa
yang membuat sayangku pada dia berbeda, di saat ku sudah sayang dia malah
menghilang.
Hujan, disaat kau datang
bersama petir aku yakin pelangi yang indah akan mengakhiri semuanya, langit
kembali cerah dengan datangnya bianglala, aku juga berharap aku bisa menerima
dia dan bisa bersabar dengan harapan yang tak jelas ujungnya itu, semoga
keajaiban bisa datang dan menjadikan harapan itu jelas ujungnya.
Komentar
Posting Komentar